Peran AC mobil pada kendaraan adalah hal yang penting guna berfungsi untuk menyejukan kabin mobil dari cuaca panas di luar.

Sejuknya kabin mobil bisa terwujud berkat adanya sistem  penyejuk ruangan atau AC yang bekerja dengan baik. Kehadiran pun dianggap sangat penting bagi sebuah mobil.

Apalagi di negara tropis seperti Indonesia yang memiliki intensitas cuaca panas tinggi, namun bukannya tidak ada ancaman kesehatan bagi penggunanya.

AC-mobil-panas---kaca-film-spectrum

Dalam sebuah kesempatan interaktif di situs kesehatan Alodokter.com yang dikutip OtoDriver.com dikatakan bahwa penumpang dalam mobil berpotensi mengalami keracunan

Hal ini terjadi jika penumpang di dalam mobil terpapar hembusan AC dalam jangkan waktu yang lama.

Seperti yang dilansir dari laman situs Alodokter.com mengungkap bahwa dikhawatirkan jika berdiam di dalam mobil dengan kondisi AC dan mesin yang menyala penumpang di dalamnya akan keracunan gas karbon monoksida (CO).

Gas ini kerap dikeluarkan dari sistem pembuangan AC yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga gas dalam sistem pembuangan tersebut mengalami kebocoran.

Hembusan sejuk yang dihasilkan pada Ac sangat tipis peluangnya untuk menghasilkan gas CO. Artinya ada kemungkinan yang terjadi ketika terjadi kebocoran dari sistem gas buang alias mufler.

Filter udara dan AC menjadi salah satu komponen mobil yang harus diperhatikan. Filter udara yang kotor bisa membuat udara yang keluar juga kotor sehingga meracuni pengendara dan penumpang mobil.

Dalam kasus keracunanpada AC mobil, The Sun pernah memberitakan beberapa mobil yang beredar di Inggris seperti Ford Fiesta, Volkswagen Polo, dan Toyota C-HR berpotensi untuk meracuni pengendara akibat partikel beracun dari filter udara yang kotor.

Racun tersebut cukup berbahaya karena pengendara bisa terkena asma dan masalah kesehatan lain. Dalam sebuah penelitian, Toyota C-HR misalnya hanya bisa mengusir 1 persen partikel beracun dalam filter udara sementara VW Polo 35 persen.

Sementara, Mercedes-Benz dapat menyaring 90 persen udara kotor bahkan saat sedang terjadi kemacetan sekalipun.

CEO Emission Analytics Nick Molden menyebut perusahaannya menemukan 57.000 partikel beracun di setiap 1 cm kubik udara di pinggir jalan

Source : Otodriver.com / Detik.com

0 Likes
144 Views

Comments are closed.